SIKS-NG & SIKS-DROID

Logo SIKS-NG

Untuk menunjang integrasi dan pengelolaan data kemiskinan yang handal, maka pada tahun 2017 dibangunlah suatu sistem Informasi terpadu yang diberi nama Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation (SIKS-NG). Selain mengelola data rumah tangga miskin dan tidak mampu, SIKS-NG juga mengelola data Program Perlindungan Sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako (Program Beras Sejahtera/Rastra dan Bantuan Pangan Non Tunai/BPNT), Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), serta data Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS)1. SIKS-NG terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan kemajuan teknologi informasi dengan target semua data kemiskinan nasional dan daerah dapat terintegrasi secara sistematis dan diperbarui secara dinamis.

Salah satu fase keberhasilan program tergantung pada data yang akurat dan mudah diakses. Data itu hanya bisa diolah di sistem yang terintegrasi dan mampu mengikuti dinamika dalam penentuan sasaran. Aplikasi SIKS-NG merupakan sistem pengelolaan data yang dikembangkan oleh Pusdatin Kesos Kemensos. Dibangun mulai pertengahan tahun 2017, SIKS-NG mulai diperkenalkan pada Pemerintah Daerah (DInas Sosial) melalui bimbingan teknis (bimtek) secara nasional di Jakarta pada bulan Oktober 2017. Aplikasi ini dirilis dalam 2 platform yaitu SIKS-NG Offline versi 1.0 (berbasis desktop) dan SIKS-NG Online (berbasis Web). SIKS-NG Offline didistribusikan untuk digunakan dari level kabupaten/kota sampai ke level desa lengkap dengan data rumahtangga pada level wilayah tersebut. Sedangkan SIKS-NG Online memudahkan petugas lapangan mengirimkan data hasil kunjungan lapangan.. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pemerintah kabupaten/kota memeriksa hasil pemutakhiran data petugas lapangan dan mengesahkan usulan pemutakhiran data tersebut untuk dikirim ke Kementerian Sosial RI.

SIKS-NG telah mengalami beberapa kali penyempurnaan fungsi dan fitur maupun perbaikan kekurangan atau bugs berdasar masukan para pengguna.2 Lebih lanjut, tahun 2019 mulai diperkenalkan SIKS-NG dengan platform Android atau SIKS-Droid. Sistem ini memudahkan petugas pendata dalam melakukan verifikasi dan validasi data saat melakukan kunjungan rumah tangga dengan menggunakan ponsel pintar (smartphone) atau tablet tanpa harus mencetak di kertas daftar awal rumah tangga yang akan dikunjungi (prelist).

Logo SIKS-DROID

Pada SIKS-Droid terdapat fitur-fitur penting yaitu fitur pengambilan foto kondisi rumah seperti atap, lantai, dinding, identitas keluarga/rumah tangga serta fitur untuk merekam koordinat lokasi bumi (geographical coordinates) rumah tangga dan lama waktu wawancara (menit) secara otomatis. Fitur-fitur tambahan ini dapat membantu penjaminan kualitas data yang dikumpulkan oleh petugas di lapangan. Misalnya, petugas pemeriksa data (pengawas dan koordinator kecamatan) dapat memastikan NIK dan nama yang dientri oleh petugas di lapangan sama dengan yang tertera pada foto KTP atau kartu keluarga. Petugas lapangan “dipaksa” harus berkunjung langsung ke rumah tangga sasaran karena mereka harus mengambil foto dan koordinat lokasi bumi rumah tangga yang dikunjungi; hal ini dapat mencegah moral hazard petugas pendata yang melakukan pengisian data tanpa mengunjungi rumah tangga sasaran. Lebih jauh saat petugas berkunjung ke rumah tangga mereka harus melakukan wawancara sesuai prosedur yang telah ditetapkan karena lama waktu wawancara dicatat oleh sistem secara otomatis3.

esuksesan pengembangan sistem SIKS-NG dalam usaha pengentasan kemiskinan akhirnya memperoleh apresiasi nasional lewat penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik yang diterima Kementerian Sosial dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi. Di tahun yang sama, SIKS-NG mendapatkan sertifikat ISO 27001:20134 untuk kategori manajemen keamanan informasi.

Keterangan :

  1. Istilah PPKS (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial) adalah pengganti dari PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) berdasar Permensos 5/2019.
  2. Ketikatulisan ini dibuat, versi SIKS-NG offline yang digunakan adalah versi 2.5.0
  3. Jika lama waktu wawancara jauh lebih panjang atau jauh lebih pendek dibandingkan dengan waktu wawancara petugas lapangan lain di satu desa/kelurahan yang sama, maka petugas tersebut dapat diperiksa.
  4. ISO 27001:2013 adalah standar internasional yang diakui secara global untuk mengelola risiko terhadap keamanan informasi. Standar ini mengadopsi pendekatan proses untuk menetapkan, menerapkan, operasi, pemantauan, pengkajian, memelihara, dan meningkatkan keamanan informasi di Pusdatin Kesos Kementerian Sosial.
    Dengan menerapkan standar ISO 27001:2013, organisasi atau perusahaan dapat melindungi dan memelihara kerahasiaan, integritas dan ketersediaan informasi dan untuk mengelola serta mengendalikan risiko keamanan informasi pada organisasi atau perusahaan

Sumber : BUKU PUTIH Reformasi Pengelolaan DTKS Kemensos RI 2020

Yogyakarta, April 2021

(admin)

Published by Sobat_MelayaniMrantasi

Tempat saling berbagi informasi, bertukar pikiran dan mengembangkan ide dalam rangka menemukan solusi atas permasalahan-permasalahan kesejahteraan sosial terkini di masyarakat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: